Pengertian Passive Voice: Mengenal Lebih Dalam Tentang Penggunaan Passive Voice dalam Kalimat

Pendahuluan

Salam Sobat! Selamat datang di artikel jurnal ini yang akan memberikan penjelasan mendalam tentang pengertian passive voice. Salah satu aspek penting dalam bahasa Indonesia adalah pemahaman tentang aktif dan pasif dalam suatu kalimat. Dalam konteks ini, passive voice seringkali menjadi perbincangan karena penggunaannya yang cukup kompleks. Pada kesempatan ini, kita akan mengeksplorasi lebih lanjut apa yang dimaksud dengan passive voice dan bagaimana penggunaannya dalam bahasa Indonesia. Mari kita mulai penjelajahan kita!

Pengertian Passive Voice

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang penggunaan passive voice, penting untuk memahami terlebih dahulu apa arti dari passive voice itu sendiri. Dalam tata bahasa, passive voice merujuk pada konstruksi kalimat di mana subyek menerima tindakan, bukan melakukan tindakan itu sendiri. Berbeda dari penggunaan aktif, passive voice menitikberatkan pada objek yang sedang dihubungkan dengan aksi yang dilakukan padanya. Dalam penulisan kalimat dengan passive voice, objek ditempatkan sebagai subyek kalimat dengan bantuan kata kerja bantu (to be) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).

Kelebihan Passive Voice:

1. Memfokuskan pada objek. Penggunaan passive voice memungkinkan kita untuk lebih menonjolkan objek yang sedang menerima tindakan, memberikan penekanan pada apa yang terjadi padanya.

2. Tujuan penulisan. Passive voice sering digunakan dalam situasi di mana penulis ingin mengekspresikan objektivitas, misalnya dalam laporan ilmiah atau berita jurnalistik.

3. Menghindari sorotan pada subjek. Dalam beberapa konteks, penggunaan passive voice memungkinkan kita untuk menghindari memberikan fokus terlalu banyak pada subjek yang mungkin tidak relevan.

4. Menunjukkan tindakan tanpa aktor yang jelas. Terkadang, dalam kalimat-kalimat tertentu, objek yang sedang menerima tindakan lebih penting daripada siapa yang melakukan tindakan itu sendiri.

5. Tertulis secara formal. Passive voice sering digunakan dalam penulisan formal, terutama dalam bidang-bidang seperti akademik, hukum, dan bisnis.

6. Meningkatkan kelancaran bacaan. Dalam beberapa kasus, penggunaan passive voice lebih mudah dibaca dan lebih memberikan aliran yang baik dalam teks tertulis.

7. Menghormati pemakai yang tidak jelas. Dengan menggunakan passive voice, kita dapat menghormati privasi individu atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan tanpa harus menyebutkan nama mereka secara langsung.

Kekurangan Passive Voice:

1. Menyembunyikan aktor yang bertanggung jawab. Penggunaan passive voice sering kali menghilangkan aktor yang melakukan tindakan, sehingga kalimat menjadi kurang jelas.

2. Membuat kalimat terdengar lebih kompleks. Dalam beberapa kasus, penggunaan passive voice dapat membuat kalimat terasa lebih rumit dan membingungkan.

3. Menyembunyikan urutan peristiwa. Dalam kalimat-kalimat dengan passive voice, kadang-kadang sulit untuk mengetahui urutan tindakan yang sedang terjadi.

4. Membutuhkan lebih banyak kata. Dalam beberapa kasus, penggunaan passive voice memerlukan lebih banyak kata daripada menggunakan kalimat aktif yang lebih ringkas.

5. Mengaburkan subjek dan objek. Kelemahan lain dari passive voice adalah adanya kemungkinan pengaburan subjek dan objek dalam kalimat.

6. Kurang efektif dalam tulisan persuasif. Dalam tulisan yang memiliki tujuan meyakinkan pembaca, penggunaan passive voice dapat mengurangi kekuatan argumen yang disampaikan.

7. Mungkin terkesan formal dan jauh. Terkadang, penggunaan passive voice dapat memberikan kesan yang terlalu serius dan jauh dari pembaca.

Informasi Lengkap tentang Passive Voice
Definisi Pola penggunaan kalimat di mana subyek menerima tindakan, bukan melakukan tindakan itu sendiri
Contoh 1. Buku itu dibaca oleh saya.
2. Proyek tersebut telah selesai dikerjakan oleh tim.
3. Pakaian-pakaian itu akan dicuci oleh ibu.
4. Soal latihan sudah dikerjakan oleh siswa-siswi.
5. Naskah itu akan ditulis oleh penulis terkenal.
Kelebihan 1. Memfokuskan pada objek.
2. Tujuan penulisan.
3. Menghindari sorotan pada subjek.
4. Menunjukkan tindakan tanpa aktor yang jelas.
5. Tertulis secara formal.
6. Meningkatkan kelancaran bacaan.
7. Menghormati pemakai yang tidak jelas.
Kekurangan 1. Menyembunyikan aktor yang bertanggung jawab.
2. Membuat kalimat terdengar lebih kompleks.
3. Menyembunyikan urutan peristiwa.
4. Membutuhkan lebih banyak kata.
5. Mengaburkan subjek dan objek.
6. Kurang efektif dalam tulisan persuasif.
7. Mungkin terkesan formal dan jauh.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa bedanya kalimat aktif dan kalimat pasif?

Kalimat aktif adalah kalimat di mana subyek melakukan tindakan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat di mana subyek menerima tindakan.

2. Kapan sebaiknya menggunakan passive voice dalam penulisan?

Passive voice sering digunakan dalam penulisan ilmiah, laporan, dan berita. Hal ini berguna ketika fokus pada objek yang sedang menerima tindakan.

3. Bagaimana cara menghindari penggunaan passive voice yang berlebihan?

Penting untuk mempertimbangkan konteks penulisan dan tujuan komunikasi. Jika penekanan pada subjek lebih penting, sebaiknya menggunakan kalimat aktif.

4. Apakah passive voice selalu salah?

Tidak ada yang benar atau salah dalam penggunaan passive voice. Namun, perlu dipastikan kalimat tetap jelas dan memenuhi tujuan komunikasi.

5. Apakah penggunaan passive voice mengubah arti sebuah kalimat?

Tidak, penggunaan passive voice biasanya hanya mempengaruhi penekanan pada objek dan aktor dalam kalimat.

6. Apakah semua bahasa menggunakan konsep passive voice?

Tidak semua bahasa memiliki konsep passive voice seperti dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Setiap bahasa memiliki struktur kalimat yang berbeda-beda.

7. Bagaimana cara menjaga keseimbangan antara penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif?

Penting untuk mempertimbangkan konteks penulisan dan tujuan komunikasi. Selalu perhatikan apakah kalimat aktif atau pasif paling efektif dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

Kesimpulan

Setelah mempelajari pengertian passive voice, serta kelebihan dan kekurangannya, kita dapat menyimpulkan bahwa penggunaan passive voice merupakan pilihan yang berguna dalam berbagai konteks penulisan. Meskipun terdapat beberapa kekurangan, tetapi pemahaman yang baik tentang cara menggunakan passive voice akan membantu kita menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan efektif. Jadi, selalu pertimbangkan baik-baik kapan saatnya menggunakan passive voice dan pastikan tujuan penulisan tercapai dengan baik.

Mari kita teruslah berlatih dalam menggunakan passive voice dengan bijak serta memahami kapan waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan bahasa dan menemukan gaya penulisan yang tepat dalam setiap konteks yang kita hadapi. Terus berkarya dan menjadi penulis yang mampu menguasai berbagai aspek tata bahasa. Sampai jumpa Sobat!

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan pembelajaran dan mengikuti aturan dalam penulisan jurnal SEO dan mesin pencari Google.

You May Also Like

About the Author: administrator